tugas vclass 2 SBD pretest dan posttest
1. PRETEST
Kapan Teknik Normalisasi digunakan dalam mengembangkan Database?
jawaban:
teknik normalisasi digunakan disaat kita ingin mengurangi redudansi dan mencegah anomali pada database kita.
2.POSTTEST
Kapan Teknik Normalisasi digunakan dalam mengembangkan Database?
jawaban:
teknik normalisasi digunakan disaat kita ingin mengurangi redudansi dan mencegah anomali pada database kita.
2.POSTTEST
1. Jelaskan tahapan normalisasi
2. Buat penggunaan Teknik Normalisasi untuk contoh kasus
basis data "Perpustakaan"
JAWABAN:
1. tahapan normalisasi dimulai dari 1NF hingga 5NF yang paling ketat.
1NF :
- Bentuk normal 1NF terpenuhi jika sebuah tabel tidak memiliki atribut bernilai banyak (multivalued attribute), atribut composite atau kombinasinya dalam domain data yang sama.
- Setiap atribut dalam tabel tersebut harus bernilai atomic (tidak dapat dibagi-bagi lagi).
2NF :
- Bentuk Normal 2NF terpenuhi dalam sebuah tabel jika telah memenuhi bentuk 1NF, dan semua atribut selain primary key, secara utuh memiliki Functional dependency pada primary key.
- Sebuah tabel tidak memenuhi 2NF, jika ada atribut yang ketergantungannya (Functional Dependency) hanya bersifat parsial saja (hanya tergantung pada sebagian dari primary key).
- Jika terdapat atribut yang tidak memiliki ketergantungan terhadap primary key, maka atribut tersebut harus dipindah atau dihilangkan.
3NF :
- Bentuk normal 3NF terpenuhi jika telah memenuhi bentuk 2NF, dan jika tidak ada atribut non primary key yang memiliki ketergantungan terhadap atribut non primary key yang lainnya,
- Untuk setiap Functional Dependency dengan notasi X-->A, maka :
- X harus menjadi superkey pada tabel tersebut.
- Atau A merupakan bagian dari primary key pada tabel tersebut.
Boyce-code normal form :
- Bentuk BCNF terpenuhi dalam sebuah tabel, jika untuk setiap Functional Dependency terhadap setiap atribut atau gabungan atribut dalam bentuk : X --> Y maka X adalah Super Key.
- Tabel tersebut harus di dekomposisi berdasarkan Functional Dependency yang ada, sehingga X menjadi super key dari tabel-tabel hasil dekomposisi.
- Setiap tabel dalam BCNF merupakan 3NF. Akan tetapi setiap 3NF belum tentu termasuk BCNF. Perbedaannya, untuk Functional Dependency X--> A, BCNF tidak membolehkan A sebagai bagian dari primary key.
4NF :
- Bentuk normal 4NF terpenuhi dalam sebuah tabel jika telah memenuhi bentuk BCNF, dan tabel tersebut tidak boleh memiliki lebih dari sebuah multivalued attribute.
- Untuk setiap multivalued attribute (MVD) juga harus merupakan Functional Dependency.
5NF :
- Bentuk normal 5NF terpenuhi jika memiliki sebuah loseloss decomposition menjadi tabel-tabel yang lebih kecil.
- Jika 4 bentuk normal sebelumnya dibentuk berdasarkan Functional Dependency, 5NF dibentuk berdasarkan konsep Join Dependence. Yakni apabila sebuah tabel telah di dekomposisi menjadi tabel-tabel lebih kecil, harus bisa digabungkan lagi untuk membentuk tabel semula.
2.
pertama kita punya tabel yang masih blun normal

lalu kita gunakan teknik 1NF, kita buang duplikat pada tabel kiri yang ditunjukkan pada nama yang dikotakin merah lalu jadilah tabel yang ada di kanan. lalu pada tabel ditentukan candidate key dengan diberikan tanda bintang.

Buat tabel baru dengan setiap himpunan yang saling ketergantungan secara fungsional antara atribut Primary Key dan atribut bukan kunci (atribut yang tidak memiliki kunci).

Pisahkan atribut yang merupakan atau menjadi atribut detail (tidak tergantung secara langsung kepada atribut Primary Key). Pisahkan atribut (pada kotak merah) dari himppunan / dari tabel asal pisahkan ke tabel baru.


Komentar
Posting Komentar