A piece of my life
Jadi ini kisah gua seorang lelaki berumur 18 tahun yang mencoba mengadu nasib di jakarta.
Untuk minggu pertama di jakarta, gua tinggal sendiri di kontrakan gua sambil mencari kesana-kemari pekerjaan yang didamba-dambakan oleh orang kampung macam gua ini. Gua berasal dari daerah pelosok banten, berbekal ijazah SMA dan ilmu bela diri silat gua yang diajarkan oleh bapak gua. Dulu, waktu gua di kampung gua sih hidup nyaman berkebun dan berternak di sana. Tetapi, semua berakhir setelah om gua yaitu om arifin mencuri surat tanah milik bapak gua dan menjualnya ke perusahaan asing tanpa sepengetahuan keluarga gua. Keluarga gua sudah melakukan sebuah tindakan penolakan atas penjualan ini dengan memberikan sebuah dokumen pembuktian kalo bukan om gua yg punya itu tanah Tapi, milik bapak gua. Dan apa daya keluarga gua yang malang kami hanya bisa berkoar-koar tiada arti sembari kontrak penjualan ditanda tangani oleh kedua pihak yaitu perusahaan pembeli dengan om gua yang menjual tanah tersebut. Tapi, bapak gua emang orang yang penuh sabar dan selalu beryukur karena beliau berkata "apalah arti tanah itu, jikalau tuhan yang punya berkehendak untuk memberikannya pada om gua dan merestuinya untuk di jual". Gua juga berfikir lagi betul kata bapak gua kita hanyalah manusia yang akan mati tanpa tau kapan itu terjadi, kita hanya bisa berkomentar akan hal yang di luar kehendak dan keinginan kita tanpa berpikir bahwa tuhan mempunyai rencana yang lebih indah dari semua itu.
Kembali lagi ke kisah hidup gua di jakarta yang kata orang banyak, di jakarta itu bagaikan hidup di sebuah kandang besar yang dipenuhi banyak jebakan yang kejam dan tak berperikemanusiaan.
Jadi, hari jumat setelah gua shalat jumat di istiqlal sembari beristirahat setelah berkeliling jakarta untuk mencari kerja. Gua menyender di sebuah tiang di istiqlal dan terlelap lah gua disana. Tak terasa gua terbangunkan oleh adzan ashar di sana yamg memanggil gua untuk menunaikan tiang agama gua, gua mempersiapkan diri untuk shalat dan lalu menunaikannya. Di saat gua keluar dari istiqlal gua melihat kemewahan monas yang berdiri tegak dan gagah di tengah-tengah ibu kota indonesia. Gua sengaja masuk kesana karena gua berfikir setelah beberapa hari mencari kerja di jakarta mungkin gua butuh liburan sehari saja, dan mulailah petualan gua mengitari monas sampai gua naik ke puncak monas dan menatapi jakarta dari atas puncak monas sampai melihat museum yang ada di bawah monas itu sendiri. Nah, disini lah gua ketemu dengan tia dia ini cewe yang membuat kehidupan gua ini pemuh petualangan yang memacu adrenalin gua.
Jadi, disaat gua sedang ada di museum itu gua bertabrakan dengan tia. Dia berkata "maaf ya kak, saya ga liat kakak tadi" dan gua hanya bisa berkata " ya..ga apa-apa kok dek"sembari merapikan file-file lamaran gua yang terjatuh dan tia pun merasa iba dan membantu gua merapikannya. Dia bertanya "kak, lagi nyari kerja ya?" Dan gua balik berkata "iya, ini lagi nyari kerja.tapi, belum dapat-dapat" dan dia-pun menawarkan kerjaan ke diri saya sebagai pengawal pribadi dia yang ternyata dia ini anak seorang anggota DPR yang terkenal dengan kedekatannya dengan rakyat yaitu bapak farid shaleh, S.Pd S.H M.H . Dia bercerita kenapa dia berkata mengapa dia lagi butuh pengawal dan mengapa dia tadi terburu-buru. Karena, dia menerima telepon dari ayahnya jikalau ada teror dari orang asing yang berkata kalo anaknya akan diculik dan disiksa kalo bapaknya tidak mau menarik tuntutannya kepada orang-orang yang terkait kasus bank maypada. Gua sih menceritakan juga klo gua berbekal ilmu silat, sembari bercerita tentang kehidupan gua ke dia seperti walk interview saja sekalian.
Nah, dia pun menerima gua sebagai pengawalnya dan dia memberi gua uang gaji pertama gua cash sebesar 11 juta dan gua bersyukur pertama kalinya gua dapat uang sebanyak itu dulu waktu berkebun dan bertani gua hanya di beri upah 2 juta untuk 1,5 bulan itu juga karena yang punya tanah bapak gua klo bukan bapak gua palimg cuman berapa. Nah, dijalan menuju rumahnya tia ada mobil yang tiba-tiba berhenti dan 4 orang berbadan besar keluar sembari berkata "ayo ikut gua atau lu akan kami paksa ikut".
Mungkin part pertama ini sampai sini saja dan gua akan melanjutkannya untuk beberapa hari kedepan...bye, bro

Komentar
Posting Komentar